Minggu, 02 September 2012

monokotil dan dikotil

LAPORAN PRAKTIKUM
ORGAN TUMBUHAN














Di Susun oleh :
Stevanus Kristi Nugroho
XI –Elijah / 21


SMA KRISTEN TERANG BANGSA
Jl. Arteri Utara, Kompleks Grand Marina, Semarang – 51044

PENGESAHAN
LEMBAR PENGESAHAN

Telah disahkan laporan praktek Biologi pada tanggal 30 bulan Agustus tahun 2012.



















Mengetahui , Semarang,30 Agustus 2012
Pembimbing praktikan






Widyasih SMT, SSI Stevanus Kristi N


Judul : Pengamatan Organ Tumbuhan dan perbedaan dikotil dan monokotil
Tujuan : Mengetahui struktur anatomi akar, batang, dan daun tanaman monokotil dan dikotil.

Dasar teori:

 
Tumbuhan dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dantumbuhan berbiji keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae.
1. Monokotil
Tumbuhan berkeping biji tunggal (atau monokotil) adalah salah satu dari duakelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena hanyamemiliki satu daun lembaga. Kelompok ini diakui sebagai takson dalam berbagaisistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai nama, seperti Monocotyledoneae,Liliopsida, dan Liliidae.Kelompok tumbuhan ini mencakup berbagai tumbuhan paling berguna dalamkehidupan manusia. Sebagai sumber pangan, sumber energi nabati, sumber bahan baku industri, perumahan, dekorasi, pakaian, media penulisan, zat pewarna, dansebagainya
Contoh tumbuhan monokotil
:1.suku anggrek-anggrekan2.suku padi-padian (Graminae)3.suku pinang-pinangan (Palmae)4.suku bawang-bawangan (alliaceae)5.suku pisang-pisangan (Musaceae)
ciri pada tumbuhan monokotil
berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimilikiadalah :
Bentuk Akar Memiliki sistem akar serabut
Bentuk sumsum atau pola tulang daunMelengkung atau sejajar 
Kaliptrogen / tudung akar Ada tudung akar / kaliptra
Jumlah keping biji atau kotiledonsatu buah keping biji saja
Kandungan akar dan batang

Tidak terdapat kambium
Jumlah kelopak bungaUmumnya adalah kelipatan tiga
Pelindung akar dan batang lembagaDitemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga /keleorhiza
Pertumbuhan akar dan batangTidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar 



2. Dikotil
Tumbuhan berbiji belah atau tumbuhan berkeping biji dua adalah segolongantumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama dengan memiliki sepasangdaun lembaga (kotiledon:daun yang terbentuk pada embrio) berbentuk sejak dalamtahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah duadan sistem Crouquist mengakui kelompok ini sebagai
takson
dan menamakannyakelas
Magnoliopsida
. Nama ini dibentuk dengan menggantikan akhiran
-aceae
dalamnama Magnoliopsida dengan akhiran
-opsida
. Kelas
Magnoliopsida
dipakai sebagainama takson bagi semua tumbuhan berbunga bukan monokotil. Magnoliopsida adalahnama yang dipakai untuk menggantikan nama yang dipakai sistem klasifikasi yanglebih lama, kelas
Dicotyledoneae
(kelas “tumbuhan berdaun lembaga dua” atau“tumbuhan dikotil”).Contoh tumbuhan dikotil :
1.Kacang tanah
2.Mangga
3.Rambutan
4.Belimbing dll
Ciri pada tumbuhan dikotil
 berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki adalah :
1.Bentuk akarMemiliki sistem akar tunggang1.Bentuk sumsum atau pola tulang daunMenyirip atau menjari
2.Kaliptrogen / tudung akarTidak terdapat ada tudung akar
3.Jumlah keping biji atau kotiledonAda dua buah keping biji
4.Kandungan akar dan batangAda kambium
5.Jumlah kelopak bungaBiasanya kelipatan empat atau lima6.Pelindung akar dan batang lembagaTidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil7.Pertumbuhan akar dan batangBisa tumbuh berkembang menjadi membesar


Alat & bahan :
  1. alat pengiris / silet yang tajam
  2. mikroskop
  3. object dan deck gelas
  4. cawan petri berisi air
  5. pipet dan pinset
  6. larutan iodine
  7. preparat

Langkah kerja :
  1. saya amati dengan mikroskop preparat awetan irisan melintang akar tanaman dikotil dan monokotil.
  2. saya menemukan dan membandingkan macam-macam struktur jaringan penyusun organ-organ tersebut.
  3. lalu saya buat irisan melintang setipis mungkin pada akar tanaman dikotil dan monokotil. Lalu meletakkannya pada gelas objek dan tetesi dengan iodine dan tutup dengan gelas penutup.
  4. saya amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran lemah (perbesaran yang secukupnya) , lalu gerakkan perlahan-lahan slide melintasi seluruh ruang pandang sehingga kita dapat mengamati semua jaringan dari bagian akar, batang, dan daun tanaman dikotil dan monokotil datu per satu.
  5. lalu saya gambar skematis satu sektor irisan tanaman akar dikotil dan monokotil tersebut serta membandingkan dengan preparat awetan. Saya menunjukkan letak empelur, korteks, berkas pengangkut, dan epidermis.



























Data pengamatan :











akar Zea Mays daun Zea Mays












Batang Arachis Hypogaea daun Ficus Elastica











batang Zea Mays batang dikotil










Akar Arachis Hypogaea

Pembahasan :
Saat saya melakukan percobaan terhadap beberapa tumbuhan dikotil dan monokotil degan alat dan bahan yang diperlukan dan dengan langkah kerja yang tepat terhadap :
  1. Pada Akar Arachis Hypogaea saya melihat terdapat empulur dan terdapat berkas pengangkut disekitar empulur . Dengan menggunakan perbesaran 10 x 10.
  2. Pada Batang Arachis Hypogaea saya melihat terdapat empulur , sel korteks,dan terdapat juga berkas pengangkut di sekitar empulur. Dengan menggunakan perbesaran 10 x 40
  3. pada daun Ficus Elastica saya melihat terdapat empulur dibagian tengah daun berbentuk bulatan , epidermis sisekeliling daun, dan berkas pengangkut disekitar empulur. Dengan perbesaran 10 x 40.
  4. pada daun Zea Mays saya melihat terdapat empulur dibagian tengah daun berbentuk bulatan , epidermis sisekeliling daun, dan berkas pengangkut disekitar empulur. Dengan perbesaran 10 x 10.
  5. pada batang Zea Mays saya melihat terdapat empulur, dan terdapat juga berkas pengangkut di sekitar empulur. Dengan menggunakan perbesaran 10 x 40.
  6. pada akar Zea Mays saya melihat terdapat empulur , sel korteks,dan terdapat juga berkas pengangkut di sekitar empulur. Dengan menggunakan perbesaran 10 x 40
  7. pada batang dikotil saya melihat terdapat empulur , sel korteks,epidermis dan terdapat juga berkas pengangkut di sekitar empulur. Dengan menggunakan perbesaran 10 x 10

Kesimpulan :
Didalam tumbuhan dalam setiap bagiannya memiliki organ masing-masing dan dengan bentuk yang berbeda-beda. Kita dapat melihatnya untuk mengetahui dan saya dapat membadingakan dari tanaman dikotil dan monokotil.


Daftar pustaka :
http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/perbedaan-tumbuhan-dikotil-dan.html#.UEMNt11SM_4




Minggu, 26 Agustus 2012

KUDA LUMPING



Kuda Lumping atau biasa disebut Jathilan merupakan tarian tradisional yang berasal dari Jawa, tarian ini menampilkan sekelompok prajurit yang sedang menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda-kudaan yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, anyaman kuda tersebut kemudian di cat dan dihias dengan cat dan kain beraneka warna.
Tari kuda lumping biasanya menyuguhkan beberapa atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut.
Konon, tarian ini merupakan bentuk apresiansi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada jugayang berpendapat bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamngku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda.
 ini biasanya ditampilkan pada event-event tertentu, seperti menyambut tamu kehormatan, dan dalam rangka ucapan syukur, atas hajat yang dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa.
Gamelan yang digunakan untuk mengiringi tari kuda lumping pun cukup sederhana, yaitu terdiri dari Kendang, Kenong, Gong, dan Slompret, yaitu  seruling dengan bunyi melengking.  Sajak –sajak yang dibawakan dalam mengiringi tarian ini, biasanya  berisikan himbauan agar manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta.
Sebelum pagelaran dimulai, biasanya seorang pawang hujan akan melakukan ritual, untuk mempertahannka cuaca agar tetap cerah, sebab pertunjukan biasanya dilakukan dilapangan terbuka.
Setiap Paglarannya, Tari Kuda Lumping biasanya menghadirkan 4 flagmen tarian yaitu 2 kali tari Buto Lawas, tari Senterewe, dan tari Begon Putri.
Pada fragmen Buto Lawas, biasanya ditarikan oleh para pria saja dan berdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Pada bagian inilah, para penari Buto Lawas bisa engalami kesurupan atau kerasukan roh halus. Tak jarang para penaonton yang ada disekitar pertunjukan juga mengalami kesurupan.
Untuk memulihkan kesadaran para penari dan penonton yang kerasukan, dalam setiap pagelaran selalu mengadirkan para datak, yaitu orang yang mempunyai kemampuan supranatural, seorang datuk ini biasanya menggunakan baju serba hitam. Para datuk ini akan memberikan panawar hingga kesadaran para penari maupun para penaonton kembali pulih.
Pada fragmen selanjutnya, penari pria dan wanita bergabung membawakan tari senterewe. Dan pada fragmen terakhir, menggunakan gerakan-gerakan yang lebih santai, enam orang wanita  membawakan  tari Begon Putri, yang merupakan tarian penutup dari seluruh rangkaian atraksi tari kuda lumping.

BAMBU GILA



Anak kecil itu bernampilan unik. Berbalut pakaian putih, lengkap dengan surban yang berkibar-kibar ditiup angin. Di tangan kirinya memegang sabut kelapa, sedangkan tangan kanannya menggenggam korek api. Lalu sabut kelapa disulut dengan korek api yang sudah menyala, sambil mendekati sebarisan anak-anak yang memegang erat sebatang bambu.
Sejurus kemudian, mulut si anak berkomat-kamit merapal mantera mengibas-ngibaskan asap hingga mengepul-ngepul ke udara. “Wala yatalattaf wayus fir'aun...” Mantra dirapal sambil mengasapi ujung bambu dengan serabut kelapa.
Bara masuen (bambu gila),” teriak si anak kecil bak seorang pesulap. “Dadi gogo (benar-benar jadi),” para pemeluk bambu menjawab serentak. Tiba-tiba, bambu warna hijau sepanjang lima ruas atau sekira 3 meter itu mulai bergerak-gerak. Bambu makin berat, terasa seperti hidup dan ingin berontak dari pelukan tangan. Selongsong bambu itu membetot dan mengocok para pemegangnya ke kiri dan ke kanan.
Bambu hijau itu menggila, membuat suasana di pantai Pantai Susupu, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, pada Jumat (23/3/2012), riuh oleh teriakan dan gelak tawa. Ia memaksa para penggenggamnya mengeluarkan tenaga ekstra untuk melawan kekuatan sang bambu. Sampai akhirnya, mereka harus mengakui kekuatan bambu tersebut, dan rame-rame terjerembab ke tanah. Si pawang kembali menjampi-jampi. Mulutnya komat kamit sambil tangannya memegang ujung bambu. Lalu, kekuatan bambu pun menghilang. Semua tampak kelelahan.
Permainan tradisonal berbau magis itu disebut bambu gila. Atraksi ini sering diperagakan di berbagai acara adat dan kesenian di Pulau Halmahera. Dalam permainan tersebut, seseorang yang memiliki ilmu akan mengendalikan sebatang bambu yang dipegang oleh sekitar 7-9 orang anak laki-laki (jumlahnya harus ganjil). Mereka mendekap bambu itu dengan pergelangan tangannya. Lalu si pawang mentransfer ilmu tenaga dalam ke bambu itu, hingga bambu dapat bergerak, bahkan terbang. Tak jarang anak-anak ikut terbang bersama bambu gila itu.
Bambu gila juga dikendalikan oleh gerakan tangan sang pawang yang memegang benda berasap. Jika tangan bergerak ke selatan, maka bambu itu akan bergerak ke selatan. Begitu juga jika tangan pawang bergerak ke arah barat, maka bambu akan bergerak ke arah barat. Anak-anak yang memegang bambu hanya terkekeh-kekeh sambil memegang erat bambu gila itu supaya tidak terjatuh.
Dulu, di masa Kesultanan Ternate, penduduk menggunakan bambu gila untuk mendorong perahu kora-kora dari daratan ke laut. Beberapa orang, jumlahnya harus ganjil, mengapit bambu di lengan mereka dan berdiri di belakang kapal. Dengan jampian pawang, bambu pun memiliki kekuatan untuk mendorong kora-kora.
Mantranya campuran bahasa daerah dan doa, bisa dari Al-Quran atau Injil,” kata Syarif Alif, salah seorang pawang bambu gila. Menurut Syarif, kekuatan bambu tidak hanya datang dari rapalan pawang, tapi juga dipengaruhi asap. Makin banyak asap, semakin besar juga kekuatan si bambu. Asap tersebut bisa berasal dari serabut kelapa atau kemenyan. Dan si pawanglah yang mengatur kekuatan bambu. Dimana si pawang memberikan asap, di situlah kekuatan terbesar bambu.
Kini fungsi bambu gila sudah bergeser. Sebab, tradisi mendorong dengan bambu gila sudah ditinggalkan sejak muncul teknologi modern. Kini masyarakat Halmahera menjadikan bambu gila sebagai permainan tradisonal. Filosofinya adalah mengasah kerja sama dan kekompakan masyarakat untuk mencapai suatu tujuan.

Senin, 21 Mei 2012

KEANEKARAGAMAN HAYATI

KEANEKARAGAMAN HAYATI
I.    Tujuan:
     1.  Mengidentifikasi keanekaragaman gen dan jenis makhluk hidup dari hasil pengamatan lingkungan. 
     2.  Membandingkan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem. 
     3.  Melakukan pengamatan atau pengambilan data secara benar. 
     4.  Merumuskan konsep keseragaman makhluk hidup dari hasil pengamatan. 
     5.  Membuat  tulisan atau laporan berdasar aturan penulisan ilmiah yang benar. 
     6.  Memuat tulisan dalam blog kelompok. 
     7.  Menunjukkan kerjasama team. 
     8.  Menunjukkan sikap saling menolong.
II.    Dasar Teori:
      Keanekaragaman hayati Biasa disebut juga biodiversitas (biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yang meliputi gen, spesies dan ekosistem. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis.
III.   Alat dan Bahan:
       1. Jeruk Buah.                  4. Biji Kacang Ijo.
       2. Jeruk Nipis.                  5. Biji Kacang Tanah.
       3. Jeruk Bali.                    6. Biji Kacang Panjang.
IV.   Cara Kerja:
           1. Amati dan identifikasi macam – macam variasi buah dan biji berdasarkan sifat atau ciri – ciri yang dapat diamati, variasi ukuran, variasi tekstur permukaan specimen dengan menggunakan indra atau alat bantu yang sesuai.
2            2. Identifikasi persamaan dan perbedaan ciri/ sifat pada specimen tersebut.
3            3. Catatlah persamaan dan perbedaan ciri/ sifat ke dalam tabel pengamatan
4            4. Amati keseragaman ciri/ sifat yang ada pada berbagai specimen
5         5. Perhatikan dan identifikasi gambar atau foto ekosistem yang kamu cari dari internet. Tulis aspek – aspek yang penting dari pengamatan tersebut ke dalam tabel.
V.    HASIL PENGAMATAN:
PENGAMATAN
BAHAN

Warna
Aroma
Bentuk buah
Ukuran lingkar buah
Tekstur kulit buah
Buah jeruk
1
Orange Segar,Manis Bundar 4 Cm Lembut dan berpori-pori
2
Hijau Kecut Nyegrak Oval 3 Cm Kasar,Keras,berkerut,berpori-pori
3
Kuning Hijau Sepat Manis Bulat gepeng 14 Cm Tebal (spons),berpori-pori
Biji kacang berbagai jenis
1
Coklat Muda Hambar Lonjong 1 Cm Keras berkerut
2
Hijau Hambar Lonjong Kecil 0,4 Cm Keras kecil
3
Coklat Tua Hambar Lonjong 1,5 Cm Keras halus
Biji kacang panjang dalam berbagai varietas
1
Coklat Putih Hambar Lonjong 1 Cm Keras,memiliki bakal kotiledon
2
Hitam Putih Hambar Lonjong 1 Cm Keras,memiliki bakal kotiledon
3
Coklat Tua Kemerahan Hambar Lonjong 1,2 Cm Keras,memiliki bakal kotiledon



















 Jenis Ekosistem
Jenis Tumbuhan
Jenis Hewan
Berada di ketinggian/daerah apa ?
Berapa Musim ?
 Ekosistem Tundra
Sphagnum,liken,perdu
Sebelah utara kutub utara dan selatan kutub selatan
Keadaan Dingin
 Ekosistem Hutan Hujan Tropis
 Kera,burung,badak,babi,harimau,burung hantu
Curah hujan 200-225 Cm/tahun.Suhu 25C - di daerah tropik dan sub tropik
 Ekosistem Padang Pasir
 Serangga,tikus,ular,kala jengking,jerapah,gajah,unta
Di tro[ik dan subtropik curah hujan lebih 25-30 Cm/tahun
Keterangan Tabel:
Jeruk 1      : Jeruk Buah
Jeruk 2      : Jeruk Nipis
Jeruk 3      : Jeruk Bali
Biji 1          : Biji Kacang hijau
Biji 2          : Biji Kacang tanah
Biji 3          : Biji Kacang panjang
Biji kacang panjang varietas 1
Biji kacang panjang varietas 2
Biji kacang panjang varietas 3
Ekosistem 1 : Ekosistem Tundra
Ekosistem 2 : Ekosistem Hutan Hujan Tropis
Ekosistem 3 : Ekosistem Padang Pasir
 
 VI.    Pembahasan:
       Pertama-tama kelompok kami menyiapkan alat dan bahan yang sudah kami bawa yang berisi : Jeruk buah , jeruk nipis , jeruk bali , biji kacang hijau , biji kacang tanah , biji kacang panjang , biji kacang panjang varietas 1 dan 2 . Kami menyimpulkan  bahwa dari ketiga jeruk yang sudah di amati memiliki persamaan yaitu : memiliki bentuk tubuh yang hampir sama , memiliki tubuh yang berpori-pori . Persamaan dari ketiga kacang yang sudah di amati memiliki persamaan yaitu : bentuk tubuh yang sama (lonjong) , memiliki aroma yang hambar (tidak ada aromanya) . Dari ketiga kacang panjang varietas yang sudah di amati memiliki persamaan yaitu : memiliki tubuh yang sama (lonjong) , memiliki tekstur yang keras dan memiliki bakal kotiledon . Dari ketiga kacang panjang varietas yang sudah di amati memiliki perbedaan yaitu : memiliki warna yang berbeda , besar buahnya berbeda-beda .
VII.    Kesimpulan:
         Buah jeruk pada umumnya berbentuk bulat tapi ada juga yang berbentuk oval. rata-rata buah jeruk berwarna kuning , tapi ada juga yang berwarna kuning kehijauan . Buah jeruk pada umumnya berasa masam dan kebanyakan tekstur dari kulit buah jeruk adalah kasar . 
Banyak juga macam dari kacang-kacangan. Misalnya ada kacang hijau, kacang tanah dan kacang merah . Ada kacang yang berwarna merah , hijau , coklat dan masih banyak lagi . Kacang tidak berbau . Dan umumnya berbentuk oval/lonjong . Tekstur dri kacang tersebut rata-rata juga halus . Biji kacang panjang varites juga memiliki bermacam-macam jenis . Ada yang berwarna coklat tua bercampur dengan coklat muda . Ada yang berwarna coklat kemerahan , dan juga ada kacang pangjang varietas yang berwarna hitam bercampur coklat muda . Kacang panjang varietas juga tidak berbau . Berbentuk lonjong dan memiliki tekstur kulit yang halus . 
VIII.   Daftar Pustaka: 
          Mbah google.coid
          Facebook.com